”Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Q.S. Ar-Ra’adu:11)Minggu ini rasanya sungguh lelah, setelah jiwa ini bertarung dengan berbagai hawa nafsu. Aktivitas yang biasa kulakukan, sejenak terpaksa aku tinggalkan, karena sejak selasa lalu Allah mengirimkan peringatanNya kepadaku, yakni sebagian nikmat sehat hilang dari badanku. Di rumah seharian terpaksa kulakukan demi membaikkan kesehatanku, hari demi hari aku lewati dengan hawa nafsu, sungguh diri ini hanya menuruti nafsunya, tv, game, makan, tidur, koran, dll. Seling-seling aku membantu orang tuaku mengepel, mencuci, memijat, bayar listrik, dan bayar PDAM. Namun kurasa itu belum cukup untuk membendung aktivitas nafsu. Mungkin shalat limat waktu, tilawah qur’an dan al-matsurat yang kiranya ampuh membendungnya. Meskipun begitu, tipu daya setan sungguh cerdik sehingga menggagu keikhlasanku dalam beribadah.
”Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)
Renungan-renungan kulakukan apa yang salah pada diriku, karena aku yakin bahwa ada yang salah pada diriku. Akhirnya kutemukan bahwa Allah mengharapkan hambaNya ini berubah dari hari kehari dari waktu ke waktu, dari yang baik menuju yang lebih baik, dari yang sholih menuju yang lebih sholih dan mencintaiNya di atas segala-galanya cinta.
Ya Rabb Ya Rahman ya Rahim
Jadikanlah hambaMu ini baik menurutMu,
Mudahkanlah hambaMu ini untuk selalu mengingatMu
MemujiMu,
Dan selalu bertaubat kepadaMu
0 komentar:
Posting Komentar