Kerusakan
moral di negeri ini sudah tidak dapat dibantah lagi. Berbagai media dan
informasi sekarang mudah sekali diakses dimanapun kita berada tanpa terkecuali
bagi anak kita. Mulai dari televisi, majalah, komik, film dan internet banyak
sekali yang mengandung konten
pornografi. Dan parahnya lagi, tidak
sedikit pula orang tua yang memberikan fasilitas kepada buah hatinya berupa gadget
dan akses internet secara bebas sejak dibangku SD, SMP bahkan TK sekalipun.
Padahal yang seperti ini sangat rawan bagi anak kita terjerumus candu
pornografi.
Sebuah
hasil riset dari dr. Donald Hilton, seorang ahli bedah otak dan dokter
terkemuka dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa bila kokain merusak otak di
tiga bagian, maka pornografi atau kecanduan seks akan merusak otak di lima
bagian. Psikolog dari Universitas Indonesia Elly Risman, mengatakan Pree
Frontal Cortex (PFC) akan rusak ketika anak melihat pornografi. Padahal PFC
adalah pusat nilai, moral, tempat di mana merencanakan masa depan, tempat
mengatur manajemen diri. Bagian otak alis kanan atas inilah yang menentukan
jadi apa seorang anak nantinya. Karena itulah PFC juga disebut direktur yang
mengarahkan kita.
Upaya
yang sudah dilakukan pemerintah dalam upaya pelarangan dan pembatasan
pornografi belumlah maksimal. Meskipun diteriakkan dimana-mana, para pebisnis
pornografi sepertinya memiliki dana besar sekali dalam membendung pembatasan
tersebut. Dengan begitu "teror" pornografi masih ada dimana-mana.
Oleh
karena itu orang tua berperan penting dalam menjaga anaknya dari bahaya
"teror" pornografi, Karena pada dasarnya mereka belum matang dalam
mengendalikan diri. Maka setidaknya orang tua memerhatikan pendidikan moral
bagi anak. Bukan sekedar melepaskan tanggung jawab dengan mengharapakan benteng
dari pendidikan agama di sekolahnya, namun orang tua harus hadir dan aktif
dalam membentengi dan menanamkan moral
si anak dari bahaya "teror" pornografi.
Telah diposting di kompasiana :
http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2014/03/28/pornografi-meneror-anak-kita-644913.html