Tulisanku diawal tahun 1429 H

Pada malam pergantian tahun baru masehi, beragam orang melakukan kegiatan yang berbeda-beda dalam menyambutnya, ada yang menonton konser hingga semalam suntuk, ada yang mengajak keluarganya pergi ke alun-alun untuk melihat pesta kembang api, dan banyak aktivitas lainnya yang biasa dilakukan orang-orang dalam merayakan pergantian tahun. Tetapi pada malam itu berbeda dengan malam-malam pergantian tahun biasanya, karena pada saat itu adalah malam pergantian tahun hijriah, yang mana biasanya merupakan momen intropeksi bagi umat islam atau bahasa gaulnya "muhasabah" ya pokoknya gitu dah.

(ancur language is mode "ON")
Malam itu tak ada niatanku untuk menulis suatu hal yang khusus dalam mengakhiri tahun 1428H, saat itu yang terfikirkan hanyalah sebentang harapan yang luas memasuki awal tahun baru hijriah (cuih..cuih...sok bgt bhsnya). Tetapi gara-gara pas malem pergantian tuh tahun, gw (enaknya apaya, gw, ane ,ana, w, apa, owe) ikutan mabit(ngedprok dimasjid dari malem ampe pagi) dimasjid UI. n pas itu kebetulan, ustadz yang memberi ceramah adalah Ust. Muzammil yusuf ame Ust. Hidayat Nur Wahid (widiiiih, :puppyeyes:). Yah gimana lgi, klo tuh dua ust. yg ngasi taujih pasti ane semangat (setelah melakukan banyak perbincangan dengan dewan direksi ternyata kt "ane" yang berarti aku adalah kt yang paling pas dalam postingan kali ini) berkobar2, melambai2, naik tajam.

dan akhirnya mucullah coretan dibawah ini yang merupakan buah dari semngat yang berkobar2 dalam memasuki tahun 1429H,

Generasi Perubahan,

kobarkan panji islam didalam dada

junjung tinggi kalimatullah dalam hati

reflesksikan dalam perubahan diri

tunjukkan dalam jiwa-jiwa rabbani

tapi tidak terasa,

dalam hitungan menit lagi,

aku akan memasuki tahun 1430 H,

kiniku hanya bisa merenungi,

apa yang sudah kutulis,

dan kuperbuat,.........

sungguh cepat
waktu ini berlalu ya Rabb.


0 komentar:

Posting Komentar